1999: Pembentukan Simple Plan
Pada tahun 1996, band Reset dibentuk
oleh Pierre Bouvier, Chuck Comeau, Philippe Jolicoeur, dan Adrian White. Reset
melakukan tur di Kanada bersama MxPx, Ten Foot Pole, dan Face to Face, walaupun
mereka tidak terlalu berhasil mendapatkan popularitas. Album perdana mereka, No
Worries, dirilis pada 1999. Tak lama, Chuck Comeau pergi dari band untuk masuk
kuliah. Dua tahun kemudian dia bertemu dengan teman-temannya semasa SMA, Jeff
Stinco dan Sébastien Lefebvre, yang pada saat itu sedang berada di band mereka
masing-masing, dan mereka berniat untuk bergabung membentuk band sendiri. Sementara
itu, Reset merilis Album kedua mereka, No Limits. Suatu hari, Comeau dan
Bouvier bertemu kembali di konser Sugar Ray dan Bouvier meninggalkan Reset
untuk bergabung dengan Comeau. David Desrosiers lalu menggantikan posisi
Bouvier di Reset, tetapi dia jga meninggalkan Reset enam bulan kemudian dan
bergabung dengan Bouvier. Hal ini membuat Bouvier dapat berkonsentrasi pada
posisi vokal, setelah sebelumnya sempat merangkap mengisi posisi vokal
sekaligus bass.
Asal nama Simple Plan tidaklah
jelas. Ketika ditanya, para personel band sering memberikan jawaban berupa
lelucon, termasuk salah satunya adalah karena mereka membentuk band sebagai
sebuah "rencana dadakan" untuk menghindari bekerja di restoran cepat
saji. Tapi bagaimanapun, kemungkinan paling besar, nama "Simple Plan"
diambil dari judul film "A Simple Plan", atau lagu karya Piebald
berjudul "Just a Simple Plan".
Setelah menyelesaikan tur promosional
internasional mereka, Simple Plan tampil pada beberapa acara liburan pada
Desember 2007. Pada 1 Juli 2008, mereka membuat konser gratis di Quebec City, Plains of Abraham, menarik 150.000
penonton ke acara Canada Day. Setelah
kemabali dari Asia tengah dan timur pada akhir
Juli, mereka kembali pada tur ke seluruh Kanada. bersama dengan Faber Drive dan Cute is What We Aim For.[11] Metro Station dan The All-American Rejects sebenarnya dijadwalkan untuk ambil bagian dalam tur
tersebut, namun dibatalkan karena suatu hal. Mereka kembali pada tur penuh
Eropa kedua mereka pada 28 Oktober hingga 29 November, dengan Estonia dan Polandia untuk
pertama kalinya. Simple Plan juga tampil di Tel Aviv dan Dubai pada
awal Desember, dimana pada konser ini mereka tampil dengan empat personel
mengikuti absennya bassist David Desrosiers karena masalah keluarga dan digantikan sementara oleh Sébastien Lefebvre untuk
mengisi posisi bass.
2002: No Pads, No Helmets…Just Balls
Pada Maret 2002, Simple Plan merilis studio album pertama
mereka, No Pads, No
Helmets...Just Balls yang
dilanjutkan denga dirilisnya singel: "I'm Just a Kid", "I'd Do Anything", "Addicted", dan "Perfect". Simple Plan tercatat mengatakan bahwa
mereka menginginkan album yang murni pop-punk. Judul album ini mengacu pada sebuah frasa populer dari olahraga rugby. "No pads, no helmets, just ball."
Album ini mula-mula dirilis di Amerika Serikat dengan isi dua belas lagu, dengan lagu
terakhir "Perfect". Namun edisi bonus dan
edisi luar negeri kemudian muncul dalam berbagai versi dengan tambahan dua lagu
pada dua belas lagu asli. Sebagai contoh, di edisi Amerika terdapat lagu bonus
"Grow Up", dan "My Christmas List", sementara edisi Inggris
terdapat lagu "One By One" dan "American Jesus" (live, lagu
oleh Bad Religion),
termasuk bonus dua video klip "I'd Do Anything" dan "I'm Just a
Kid".
Di album ini juga terdapat
vokal dari penyanyi dari dua band pop-punk lain, seperti dalam "I'd Do
Anything" terdapat vokal Mark Hoppus dariBlink-182, dan dalam "You Don't Mean
Anything" terdapat vokal Joel Madden dari Good Charlotte.
Pada tahun 2002, tahun saat Simple Plan merilis album ini,
Simple Plan tampil di lebih dari 300 pertunjukan, menduduki posisi puncak chart
"Alternative New Artist", dan tampil
pada tur Jepang dimana tiketnya terjual habis. Pada 2003, mereka tampil
sebagai salah satu band utama di Vans Warped Tour. Juga sebuah penampilam yang terekam dalam sebuah
film komedi kritik, Punk Rock
Holocaust, dimana empat dari mereka diceritakan terbunuh.
Mereka juga tampil dalam Warped Tour tahun 2004 dan 2005. Juga di 2003, mereka
menjadi aksi pembuka untuk tur "Try To Shut Me Up" milik Avril Lavigne. Sebagai tambahan beberapa tur, mereka
juga menjadi aksi pembuka untuk Green Daydan Good Charlotte. Album ini terjual 1 juta copy hingga awal 2003
tetapi album ini telah terjual 4 juta copy di seluruh dunia, menjadikan album
tersukses mereka secara komersial.
2004: Still Not Getting Any…
Pada Oktober 2004, Simple Plan merilis album kedua
mereka yang berjudul Still Not Getting Any..., yang nantinya
diikuti oleh singel "Welcome to My Life", "Shut Up!", "Untitled (How Could This Happen
to Me?)", dan "Crazy".
Seperti disebutkan
sebelumnya, ketika menulis materi album "No Pads, No Helmets…Just Balls",
para personel Simple Plan menginginkan album yang murni pop-punk. Tetapi kali
ini, dalam proses menulis album "Still Not Getting Any…",
mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin membatasi diri mereka pada genre
punk, tetapi agaknya membiarkan diri mereka untuk menulis "musik yang
baik".
Berdasarkan
bonus DVD dari "Still Not Getting Any…", selama pembuatan album, para
personel Simple Plan sempat memikirkan beberapa nama unutk album ini, seperti
"Get Rich or Die Trying" dan "In The Zone".
Mereka memilih nama "Still Not Getting Any…" (arti: Masih Tidak
Bisa Mendapatkan … satupun) untuk
beberapa alasan. Alasan yang paling terkenal dan kira-kira paling mewakili
adalah karena mereka berpikir bahwa mereka belum mendapatkan penilaian yang
bagus, Pierre Bouvier menambahkan bahwa mereka baru
mendapatkan satu penilaian yang baik, yaitu dariAlternative Press.
Alasan yang lain adalah bahwa saat itu mereka masih belum mendapatkan respek
yang baik. Ada
banyak lagi alasan yang diutarakan oleh mereka, karena kata apapun benar-benar
dapat diletakkan di bagian elipsis pada
judul tersebut. Chuck Comeau menambahkan bahwa nama album tersebut
"serba guna".
Sementara itu , dari segi
musik "Still Not Getting Any…" menunjukkan perubahan yang
dramatis dari gaya
bermain Simple Plan. Mereka masih dapat menjaga gaya mereka untuk tetap menggunakan lirik downbeat yang dipadu dengan musik upbeat, tetapi mereka berhasil
untuk keluar dari standar genre pop-punk. Walaupun banyak lagu dari album ini
yang masih membawakan perasaan labil seorang remaja seperti lagu "I'm Just a Kid" dari album mereka
sebelumnya, secara umum album ini cenderung ke tema lirik yang lebih dalam dan
lebih dewasa, termasuk juga suara musik yang terdengar sedikit lebih keluar
dari gaya pop-punk murni. Beberapa penilaian profesional menekankan pada
penyertaan elemen rock "klasik" dan "tendensi", mengatakan
bahwa album ini "tidak menekankan pop-punk yang sangat aktif dalam tujuan
membentuk rock modern yang dibentuk dengan rapi dan tidak basa-basi".
2008: Simple Plan
Setelah sekitar satu setengah tahun dalam tur "Still
Not Getting Any…", mereka mengakhiri tur tersebut pada Februari 2006,
untuk kemudian mengambil waktu istirahat singkat sebelum memulai pekerjaan pada
album ketiga mereka. Pierre Bouvier melalui situs blog MySpaceresminya mengatakan bahwa ia sedang
menuju Miami pada
21 Maret 2007 untuk bekerja dengan seorang produser yang saat itu belum
diketahui siapa, yang kemudian diketahui adalah Dave Fortman. Simple Plan mulai memasuki
studio untuk tahap pra-produksi di Los
Angeles pada 29 Juni. Pada 15 Juli mereka kembali ke Montreal untuk
merekam lagu mereka di Studio Piccolo, studio yang sama tempat mereka merekam
"Still Not Getting Any…." Ketika mereka selesai merekam
seluruh lagu, mereka kembai ke Miami untuk
tahap mixing dan mastering. Beberapa sentuhan akhir pada album dilakukan di New York dan
album mereka resmi selesai pada 21 Oktober 2007, walaupun kemudian mereka
kembali ke studio untuk merekam ulangabeberapa lirik dalam lagu "Generation".
"When I'm Gone",
singel pertama dari album Simple Plan dirilis pada 29 Oktober 2007. AlbumSimple
Plan diproduseri oleh Dave
Fortman, yang terkenal atas kerjanya dengan Avril Lavigne danKelly Clarkson. Pada
17 Februari 2008, Simple Plan mendapatkan posisi chart tertinggi mereka diInggris, setelah dua
album sebelumnya gagal memasuki chart disana. Pada 29 November 2007, Simple Plan
mengumumkan akan menunda tanggal rilis album dari sebelumnya 29 Januari 2008
menjadi tanggal 12 Februari 2008. Mereka juga merilis album dengan label "Japan
version", dengan tambahan 2 lagu, yang dirilis seminggu lebih awal,
yaitu pada 6 Februari 2008. Album ini adalah album yang paling gagal menuai
sukses jika dibandingkan dengan seluruh album mereka.
2011: Get Your Heart On!
Simple Plan merilis album keempat mereka yang berjudul Get
Your Heart On! pada 21 Juni 2011. Album ini
diproduseri oleh Brian
Howes. Album mereka kali ini adalah kali kedua mereka
berkolaborasi dengan artis lain sejak album No Pads, No Helmets...Just Ballsbersama Mark Hoppus (Blink-182) dan Joel
Madden (Good Charlotte). Pada album ini, mereka berkolaborasi dengan Rivers
Cuomo (Weezer),Natasha Bedingfield, K'naan dan Alex
Gaskarth (All Time Low). Pada 20 April mereka mengumumkan bahwa "Jet Lag" akan menjadi singel pertama dari album ini.
Lagu tersebut dirilis dalam versi Inggris dan Perancis dimana
Simple Plan berkolaborasi dengan Natasha Bedingfield dan Marie-Mai pada
masing-masing lagu. Untuk mempromosilan lagu tersebut, sebuah layanan bernama "JetLag Airlines" dibuat di situs web mereka, berisi berita, lirik, daftar lagu, dan video terkait album keempat mereka. "Jet Lag" diputar perdana pada 25 April, sementara video musiknya dirilis pada 4 Mei bersama Natasha Bedingfield dan 16 Mei bersama Marie-Mai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar